Freedom Flotilla siap berlayar dari Cairns

Setelah menjalani perjalanan darat sejauh 5000 km dari Danau Eyre, kini Freedom Flotilla sedang berada di Cairns dan bersiap-siap melakukan pelayaran menuju wilayah Papua Barat.

Delegasi Freedom Flotilla yang dipimpin oleh para Tua-tua Adat Aborigin, melibatkan para seniman, pembuat film, aktivis, suaka politik Papua berkumpul bersama-sama di Cairn melakukan kesepakatan terakhir pelayaran menuju Torres Strait selanjutnya ke Papua Barat.

Konferensi Pers akan berlangsung di Cairns Yacht Club Boatshed, Marlin Marina, pada tanggal 15 Agustus jam 9 – 10 pagi, sebagai suatu upaya penyiagaan internasional terhadap misi damai Flotilla bagi keamanan pelayaran.

Amos Wainggai, pencari suaka politik yang mendarat di Cape York pada tahun 2006 menggunakan perahu tradisional Papua, adalah salah satu anggota Freedom Flotilla akan turut dalam misi pelayaran ini juga.

Setelah menjalin hubungan kembali dengan keluarga besar Aborigin memulai dari Danau Eyre menuju Cairns, dilanjutkan dengan perayaan pesta budaya yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus jam 9 sampai 12 malam di Culture Place. Pesta budaya ini adalah bagian dari misi utama Freedom Flotilla untuk menyatukan kembali keluarga besar Aborigin dan Papua Barat yang dipisahkan oleh mencairnya es 10.000 tahun yang lalu, dan pengaruh kekuasan penjajah asing.

“Dulu kita satu banggsa, sampai sekarang kita masih tetap satu banggsa, kita harus mempertahankan hubungan budaya antara kita, kini tanah asal memanggil kita” kata Tuan Kevin Buzzacott, pemilik tanah ulayat Arabunna dari Danau Eyre, Australia Selatan.

Sabtu tanggal 17 Agustus jam 9 pagi, bertempat di Marlin Marina, Freedom Flotilla akan berlayar dari Australia menuju Papua Barat, sebuah wilayah yang dikuasai oleh pemerintah Indonesia dan melarang wartawan dan LSM internasional memasukinya, dimana wilayah ini juga terdapat para tahanan politik, dan diperkirakan 546.000 orang dibunuh sejak tanggal 1 Mei 1963 wilayah Papua Barat diserahkan oleh Perserikatan Banggsa Banggsa (PBB) kepada Indonesia.

“Kami telah menjelaskan tujuan perjalanan kepada masyarakat lokal, menyangkut perdamaian dan stabilitas di Papua Barat, dan mereka sangat mendukungnya.

Kami sedang melaksankan tugas penjaga perdamaian, sebagai cahaya untuk menerangi situasi kekajaman yang sedang terjadi di Papua Barat, wilayah yang sangat dekat dengan Selat Torres dan Cape York” kata Ronny Kareni aktivis asal Papua Barat.

“Misi ini tentunya merupakan misi khusus untuk menjaga dunia ini aman, adil dan damai, maka kita harus memulai dari wilayah di mana kita tinggal, yaitu wilayah Pasifik” kata Jacob Rumbiak Menteri Luar Negeri, Negara Federal Republik Papua Barat.

“Atas nama seluruh rakyat Papua Barat, saya ucapkan banyak terimah kasih kepada Para Tua-tua adat Aborigin dan seluruh rakyat Australia yang terlibat mendukung Freedom Flotilla ke Papua Barat.”

Infomasi selanjutnya tentang Flotilla www.freedomflotillawestpapua.org

Latar belakang Papua Barat http://westpapuabackground.wordpress.com

Hubungi:

media@freedomflotillawestpapua.org

Jacob Rumbiak: +61410984928

 Izzy Brown: +61410535896

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s