Freedom Flotilla Melengkapi Misi Sakral

Menghindari Angkatan Laut Indonesia , dua kapal kecil bertemu di dekat perbatasan Australia – Indonesia untuk menyatukan kembali masyarakat pribumi Australia dan Papua Barat secara seremonial. Upacara ini merupakan puncak dari perjalanan sejauh 5000km yang dimulai di Danau Eyre, dimana air dan abu sacral diambil dan diserahkan kepada para pemimpin Papua Barat .

Sementara kapal Freedom Flotilla yang disebut Pog berlayar menuju Papua Barat , dunia menyaksikan perkembangannya secara langsung melalui fasilitas satelit diatas kapal yang juga berperan sebagai pengalih perhatian agar pertemuan seremonial ini bisa dilakukan secara rahasia di bagian Pantai selatan Papua.

ceremony-exchange

Pertukaran budaya tetua Adat diadakan secara rahasia, karena ancaman dari menteri menteri pemerintah Indonesia dan pejabat militer yang menyatakan bahwa angkatan laut dan angkatan udara akan mengambil tindakan  terhadap aksi damai ini dengan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan mematikan. Calon Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop juga menyatakan bahwa Indonesia dapat melakukan  apa saja “sesuaI keinginan ” untuk menghentikan aksi damai ini.

Selama prosesi seremonial ini berlangsung tetua adat Arabunna Kevin Buzzacott menyerahkan air sakral dari mata air Danau Eyre, bersama dengan abu dari kedutaan tenda Aborigin kepada para pemimpin Papua Barat .

Pertukaran ini dimaksudkan untuk menyatukan kembali budaya dari dua masyarakat adat yang tanahnya pernah menjadi satu sebelum dipisahkan pada akhir zaman es, dan juga sebagai simbol dukungan untuk perjuangan panjang Papua Barat selama  50 tahun untuk kebebasan dan keadilan di bawah penjajahan militer Indonesia .

Awal tahun ini , Kevin Buzzacott menyeruhkan kepada semua orang untuk bergabung dengannya dalam perjalanan ini menuju Papua Barat . ” Kami memiliki tanggung jawab terhadap saudara-saudara kita di sebrang sana. Kita harus membawa air dan api serta kasih dan musik untuk memulihkan negeri ini dan bergerak dalam solidaritas.”

Sekembalinya dari peristiwa bersejarah ini, Kevin Buzzacott mengatakan ” kami datang dengan damai , tidak seperti para politisi lainnya yang datang menjual senjata kepada militer Indonesia , seperti Amerika yang bulan lalu menjual helikopter Apache yang akan digunakan melawan rakyat Papua Barat, dan mereka tahu itu.”

“Impian yang telah kami bangun bersama dengan Jacob Rumbiak sejak tahun 2000 telah terealisasi. Kami telah membuat hal itu terjadi,” tambahnya .

Jacob Rumbiak mengatakan , ” semangat gerakan perjuangan ini selalu hidup . Orang-orang kami menghadapi banyak tantangan dalam perjuangan, tetapi mereka telah membuktikan  kepada kita hari ini bahwa mereka memiliki tekad dan imajinasi untuk tetap melanjutkan perjuangan . ”

Cuplikan dari upacara bersejarah ini sekarang tersedia sesuai permintaan , karena baru saja telah dikonfirmasi bahwa peserta telah melakukan perjalanan kembali melintasi perbatasan yang dijaga ketat oleh aparat milliter dan mereka sedang menyelinap di Papua Barat.

One thought on “Freedom Flotilla Melengkapi Misi Sakral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s