Amnesty: Stop Pemidanaan Pendukung Freedom Flotilla

VIVAnews – 4 September

Arfi Bambani Amri, Banjir Ambarita, 

Amnesty International menyerukan Indonesia membatalkan pemidanaan terhadap empat aktivis Papua yang ditangkap minggu lalu karena aktivitas politik mereka secara damai mendukung kedatangan kapal Freedom Flotilla. Pemidanaan, menurut Amnesty, menunjukkan kegagalan Indonesia membedakan kelompok prokekerasan dan kelompok yang bergerak secara damai.

“Pemerintah Indonesia harus menghentikan pemidanaan terhadap para pendukung Kapal Freedom Flotilla, karena aksi mereka adalah aksi damai tanpa kekerasan, yang dilakukan sebagai cerminan kebebasan berekspresi dalam alam demokrasi,” kata Josef Roy Benedict, anggota Amnesty Internasional untuk kampanye di Indonesia, melalui pesan elektroniknya, Rabu 4 September 2013.

Baca selanjutnya dari Viva News

Radio Australia: Freedom Flotilla sampai di Selat Torres

Belasan aktivis Australia yang mengklaim melakukan perjalanan misi budaya menuju Papua dan Papua Nugini sudah sampai di Kepulauan Selat Torres, ujung utara teritori Australia.

Amos Wainggai, salah seorang aktivis yang ikut dalam pelayaran Freedom Flotilla kepada Radio Australia mengungkapkan mereka baru tiba hari ini (3/9) di Kepulauan Selat Torres yang terletak paling ujung utara Benua Australia dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Menurut Amos yang juga aktivis Papua Merdeka dan kini bermukim di Australia menyampaikan tengah mempersiapkan diri melintasi Selat Torres dan masuk ke Papua Nugini.

Baca selanjutnya dari Radio Australia

Majalah Selangkah: Sikap Resmi KNPB Soal Freedom Flotilla

Jayapura, MAJALAH SELANGKAH —  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyampaikan sikap resmi mereka terkait warga pribumi dan aktivis Australia yang dikabarkan sedang menuju ke Papua New Guinea (PNG) dan Papua menggunakan  tiga buah kapal konvoi, Freedom Flotilla.

Kepada majalahselangkah.com, Kamis, (29/08/13) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Abepura Papua, ketua KNPB, Victor Yeimo mengatakan, KNPB sebagai media rakyat Papua tetap mendukung upaya sesama warga pribumi Melanesia dan aktivis Australia yang memberikan perhatian atas masalah orang Melanesia di Papua.

“KNPB adalah media rakyat Papua Barat. KNPB memediasi kepentingan bangsa pribumi Papua Barat, ras melanesaia di Pasific Selatan. Jadi, KNPB sebagai media mendukung perjalanan para aktivis di Australia yang memberikan perhatian pada masalah di Papua,” kata Victor.

baca selanjutnya dari Majalah Selangkah 

Liputan Aksi Damai 27 Fak Fak & Manokwari Agustus 27

Video Aksi Massa Fak Fak Agustus 27

Pernyataan Sikap Aksi Massa Fak Fak Agustus 27

Liputan Aksi Massa Manokwari, 27 Agustus 2013

Sekitar 3000 massa rakyat bangsa Papua Barat longmarch untuk menyambut kedatangan armada kapal-kapal Freedom Flotilla West Papua dari Australia. Konvoi armada Freedom Flotilla West Papua bertolak dari Australia sejak tanggal 17 Agustus 2013. Freedom Flotilla West Papua membawa misi perdamaian dan keadilan untuk bangsa Papua Barat.  Sesuai jadwal yang direalise di Australia bahwa mereka akan memasuki wilayah perairan Republik Indonesia tepat pada tanggal 1 September 2013 setelah menyeberangi selat Tores menuju Merauke Papua Barat.

Continue reading

Papua untuk semua: NRFPB di Manokwari ajak Warga Terima Kapal Freedom Flotilla

MANOKWARI – Meski rencana kedatangan kapal Freedom Flotilla yang mengangkut sejumlah aktivis Papua Merdeka ke Papua, masih menuia pro kontra, namun kelompok yang menamakan diri Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) di Manokwari, mulai menyikapinya  dengan aksi demo, Selasa (27/08/2013).

1235003_214449798718519_427929100_n

 

Menariknya, demo yang digelar NRFPB itu diwarnai pengibaran puluhan Bendera Bitang Kejora (BK) lambang separatis Papua. Demo yang diwarnai pengibaran BK itu dimulai dari kantor Dewan Adat Papua (DAP) yang beralamat di Jalan Pahlawan kegiatan yang berlangsung dari jam 10.00 Wit.

baca selanjutnya dari papua.us

Freedom Flotilla membangun jaringan solidaritas di wilayah Pasifik

Setelah menjalani perjalanan darat sejauh 5000 km dari Danau Eyre, kini Freedom Flotilla sedang berada di Cooktown wilayah utara Queensland dan melanjutkan pelayaran menuju wilayah Papua Barat.

Delegasi Freedom Flotilla yang dipimpin oleh para Tua-tua Adat Aborigin, melibatkan para seniman, pembuat film, aktivis, suaka politik Papua berkumpul di Cooktown siap menyebarang Selat Torres menuju wilayah Papua Barat.

Misi utama Freedom Flotilla untuk menyatukan kembali keluarga besar Aborigin dan Papua Barat yang dipisahkan oleh mencairnya es 10.000 tahun yang lalu, dan pengaruh kekuasan penjajah asing.

Dulu kita satu banggsa, sampai sekarang kita masih tetap satu banggsa, kita harus mempertahankan hubungan budaya antara kita, kini tanah asal memanggil kita” kata Tuan Kevin Buzzacott, pemilik tanah ulayat Arabunna dari Danau Eyre, Australia Selatan.

Continue reading

Tabloid Jubi: PESAN DARI KEDUTAAN TENDA ABORIGIN BUAT SENATOR BOB CARR

Jayapura,22/8 (Jubi)-Kedutaan tenda Aborigin berupaya untuk bertemu dengan Duta Besar Indonesia, Rabu(21/8) untuk memberikan jaminan agar tidak ada tindakan agresif yang akan diambil terhadap aktivis hak asasi manusia(HAM) di Papua Barat dalam misi perdamaian bersama perahu  Freedom Flotilla

Konferensi pers ini diadakan di luar Kedutaan Besar Republik Indonesia, 8 Darwin Avenue, Yarralumla ACT 2600 pukul 11 pagi, Rabu( 21/8).

Kedutaan Tenda Aborigin menyerukan sanksi terhadap pemerintah Australia dan juga  penyelidikan PBB untuk memulai pencarian fakta pelanggaran HAM di Papua Barat.

Aktivis Aborigin tidak menerima pernyataan  Senator Bob Carr yang telah mengabaikan hak asasi manusia dan menyerukan PBB untuk memberikan sanksi kepada Pemerintah Australia karena telah mengulangi lagi pelanggaran hak asasi manusia.

Baca selanjutnya dari Tabloid Jubi

Globe Journal: Aktivis Freedom Flotilla Belayar ke Papua

JAKARTA – Menko Polhukam, Djoko Suyanto menegaskan Pemerintah Indonesia sudah mengingatkan Pemerintah Australia agar sekelompok aktivis negara tersebut tidak berlayar ke Papua. Terutama pada HUT kemerdekaan RI ke-68.

“Kita sudah sampaikan ke pemerintah Australia untuk tidak dilakukan (pelayaran ke Papua),” katanya di Istana Merdeka, Sabtu (17/8).

Dikabarkan sekelompok aktivis Australia hendak berlayar di Papua. Kelompok yang menamakan diri Freedom Flotilla, mempersiapkan tiga kapal untuk berlayar dari Cairns ke Papua dengan tujuan menyoroti perlunya perdamaian dan stabilitas di daerah itu. Awaknya terdiri dari sejumlah sesepuh Aborigin, pengungsi Papua, pembuat film dan aktivis lainnya.

baca selanjutnya di The Globe Journal